Thursday, March 19, 2009

DARWINA

Panggil saja aku wina,masih lajang meski usia sudah menginjak kepala 3.sebenernya bukan karena tampang jelek aku menjadi perawan tua,kata orang pun aku lumayan manis.mungkin Tuhan belum berkenan memberi kan jodoh untukku saat ini.tapi aku selalu sabar bahwa suatu hari aku menemukan jodoh yang merupakan dambaanku dan orang tuaku tentunya.Saat ini aku bekerja di jakarta,disebuah perusahaan swasta sebagai tenaga Administrasi.aku merantau sudah hampir 10 tahun dan mulai jenuh dengan keadaanku saat ini.belum lagi gunjingan dari orang-orang akan status lajangku.Akhirnya aku memutuskan untuk bekerja keluar Negeri,Taiwan walaupun awalanya mendapat tantangan dari orang tuaku.



Dua tahun bekerja diTaiwan tanpa libur membuatku semakin jenuh dan terhanyut dalam kesendirian.sampai-sampai aku berpikir mungkin aku tidak akan pernah membentuk sebuah rumah tangga.Namun tuhan berkehendak lain.Aku berkenalan dengan seseorang yang mampu merobohkan dinding keangkuhanku.Dandy namanya,karena dandy aku percaya bahwa cinta itu ada dan bukan hanya dongeng indah yang membuat orang terpana.aku begitu memujanya dalam setiap waktu.bagai tiada hari tanpa hadirnya.ia selalu memberi perhatian dan sejuta sayang.kujalani masa-masa indah dan manis bersama dendy.



Akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke Indonesia dan menikah.Pernikahan kami mendapat dukungan penuh dari kedua belah pihak keluarga.sebulan setelah menikah aku dinyatakan Positif hamil.Aku belum pernah merasakan karunia sebesar ini,ternyata penantian panjangku selama ini tidak sia-sia.Suami sangat memanjakanku hingga anak pertama kami lahir kedunia,dia putih cantik mata yang bulat sangat mencerahkan hati orang yang melihatnya.Roda kehidupan terus berputar dan kami harus menghadapi kenyataan bahwa Dunia sedang terjadi Krisis Global yang dampaknya semua kebutuhan dan harga barang naik.keuangan kami mulai menipis.kami sudah membanting tulang namun masih tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari.Dengan air mata berlinang terpaksa kutinggalkan bayi mungilku dan kembali ketaiwan.belum puas rasanya aku menimang buah hatiku tercinta,namun demi masa depannya nanti.kutepis semua duka,kuatkan hati untuk melangkah pergi.



Setahun sudah aku berhasil menahan semua kepediahan dan kerinduan.aku selalu menyibukkan diri dengan perkerjaan pagi ini.kerjaku membersihkan rumah dan menjaga sebuah toko.seperti biasa aku bangun dengan kepenatan kemarin yang belum hilang.ketika sedang bersih-bersih tiba-tiba tanpa sengaja satu piring jatuh dari tanganku.tanpa berpikir panjang kubersihkan kepingan piring yang sedang berserakan di lantai.karena aku takut bos ku segera melihat toko.



Sejak kejadian tersebut sudah seminggu aku tidak dapat menghubungi suamiku.kutelpon Hpnya tapi tidak pernah dijawab.kutanya orang tuanya,mereka berkata bahwa suamiku sibuk,tidak sempat mengangkat telpon.lama kelamaan hatiku tidak enak ,aku merasa sesuatu telah terjadi pada suamiku.setelah kudesak terus menerus akhirnya mereka menceritakan apa yang sebenernya terjadi.Bagai tersambar petir disiang bolong kurasakan bumi yang aku injak berputar ,pandangananku gelap.seketika aku sadar bahwa aku sudah berbaring diranjangku.majikanku berkata aku sudah lama pingsan.kucoba memulihkan ingatanku kembali.aku seperti bermimpi,mereka bilang suamiku meninggal karena kecelakaan.ini pastinya hanya sebuah mimpi.Segera kusambar Hp yang berada disebelahku.kutekan no yang sudah aku hafal betul,mertuaku yang menerimanya dan jawabannya tetep sama.tanpa dapat aku bendung lage,aku berteriak histeris,meraung sejadi-jadinya.majikanku pun bingung dan aku tidak sanggup menjelaskannya.aku nekad minta pulang walau kerjaku belum habis.Agensi berkata percuma saja ,suamiku tidak dapat hidup kembali.namun tekadku sudah bulat.aku merasa belum cukup memberikan kebahagiaan kepada suamiku,tapi dia sudah pergi untuk selamanya.setidaknya aku memberikan penghormatan terkhirku.
Perjalanan taipe-jakarta kurasakan lebih lama dari biasanya.Air mataku terus mengalir deras sampai di depan pintu rumahku .sunyi sepi kulangkahkan kaki memasuki ruang tamu.ibu kaget melihat kedatanganku.aku memang tidak sempat memberikan kabar sebelumnya bahwa aku akan balik indonesia,akhirnya kami saling bertangisan berpelukan meronta memecahkan suasana siang itu.kulihat seorang anak kecil cantik dan lucu datang menghampiriku,aku yakin itu anakku tak kuasa kupeluk erat buah hatiku tercinta,air mata membasahi pipi.maafkan mama sayank"pasti berat bagimu ditinggal papa,satu-satunya orang tua yang kamu kenal,sementara mama masih begitu asing bagimu.dan aku terus menangis meratapi penyesalan atas kepergian suamiku.
Dengan langkah tertatih-tatih, hari itu juga aku langsung pergi mendekati gundukan tanah merah yang masih basah karena hujan.tak henti-hentinya melafalkan doa-doa selamat jalan untuk Suamiku .maafkan aku bila aku tidak sempet menemani mu di saat-saat terkhir.kita pasti bersama lagi dikehidupan yang akan datang.tunggu aku,aku pasti datang tetapi bukan untuk saat ini,ada tugas yang harus kuselesaikan yaitu membesarkan buah hati kita.aku tidak akn pernah melupakanmu,meskipun hanya sekejap tapi cukup dikenang sepanjang hayat.kupandang bola mata buah hatiku yang bening,seakan memberikan kekuatan untuk terus melanggah menyusuri lika liku dunia fana ini.

TAMAT

2 comments:

Anonymous said...

wah-wah akhirnya meninggal yah :D kasian banget :) .

usi2506 said...

good. would you like to visit my blog? at the http://usi2506.blogspot.com

Post a Comment

 

lulu_manies © 2008. Design By: SkinCorner