方向=fang siang=arah
在=cai=di,lagi,sedang
那裡=na li=dimana
前面=chien mien=depan
後面=hou mien=belakang
旁邊=phang pien=samping
左邊=cuo pien=samping kiri
右邊=you pien=sebelah kanan
上面=shang mien=diatas
下面=sia mien=dibawah
外面=wai mien=diluar
裡面=li mien=didalam
東邊=tong pien=arah timur
西邊=si pien=arah baraat
北邊=pei pien=arah utara
南邊=nan pien=arah selatan
樓下=luo sia=lantai bawah,(naik ke lantai bawah)=sia lou
樓上=luo shang=lantai atas,(naik ke lantai atas)=shang lou
出去=chu chi=pergi
進去=ci chi=masuk
進來=cin lai=masuk kedalam
下來=sia lai=turun kebawah
過來=kuo lai=kemari
過去=kuo chi=kesana
Wednesday, March 25, 2009
Olahraga/運動/sport
Convertation/對話/percakapan
喬丹 :打藍球是我的最愛
ciau tan:ta lan chiau se wo te cue ai
jordan; my basketball is my favorite
jordan: Bermain sepak bola adalah kesukaan saya.
羅納多踢足球是我的最愛子
luo na tuo: thi cu chiau she wo te cue ai
Ronaldo: Playing soccer is my favorite
Ronaldo: Bermain sepak bola adalah kesukaan saya.
素詩我可不一樣羽毛球才是我真正的最愛
Susi:wo ge pu i yang i mau chiau she wo te chen cheng te cue ai
Susi: I'm diferrent,playing badminton is my favorite
Susi: Saya lain,bermain bulu tangkis adalah kesukaan saya
喬丹不管什麼運動只要對身體好就好
ciau tan:pu kuan she me yin tong che yau tue shen thi hau ciou hau
Jordan: No mater what sport it is,it's good as long as it benefits to our body
Jordan: tidak peduli olahraga apapun,yang penting baik untuk kesehatan.
羅納多沒有錯我同意
lu na tuo:mei you cuo wo tong i
Ronaldo: that's right.i'm agree
Ronaldo: betul.saya setuju
素詩而且一個星期至少要做三次運動
su shi: el cie i ke sing chi ce shau yau cuo san ce yin tong
Susi:Also gotta do at least three times a week
Susi;Dan juga harus berolahraga tiga kali seminggu
運動=yin tong=olahraga=exsercise
籃球=lan chiau=bola basket=basketball
足球=cu chiau=sepak bola=soccer
羽毛球=yi mai chiau=bulu tangkis=badminton
喜愛=si ai=favorit=favorite
不一樣=pu i yang=tidak sama/berbeda=different
喬丹 :打藍球是我的最愛
ciau tan:ta lan chiau se wo te cue ai
jordan; my basketball is my favorite
jordan: Bermain sepak bola adalah kesukaan saya.
羅納多踢足球是我的最愛子
luo na tuo: thi cu chiau she wo te cue ai
Ronaldo: Playing soccer is my favorite
Ronaldo: Bermain sepak bola adalah kesukaan saya.
素詩我可不一樣羽毛球才是我真正的最愛
Susi:wo ge pu i yang i mau chiau she wo te chen cheng te cue ai
Susi: I'm diferrent,playing badminton is my favorite
Susi: Saya lain,bermain bulu tangkis adalah kesukaan saya
喬丹不管什麼運動只要對身體好就好
ciau tan:pu kuan she me yin tong che yau tue shen thi hau ciou hau
Jordan: No mater what sport it is,it's good as long as it benefits to our body
Jordan: tidak peduli olahraga apapun,yang penting baik untuk kesehatan.
羅納多沒有錯我同意
lu na tuo:mei you cuo wo tong i
Ronaldo: that's right.i'm agree
Ronaldo: betul.saya setuju
素詩而且一個星期至少要做三次運動
su shi: el cie i ke sing chi ce shau yau cuo san ce yin tong
Susi:Also gotta do at least three times a week
Susi;Dan juga harus berolahraga tiga kali seminggu
運動=yin tong=olahraga=exsercise
籃球=lan chiau=bola basket=basketball
足球=cu chiau=sepak bola=soccer
羽毛球=yi mai chiau=bulu tangkis=badminton
喜愛=si ai=favorit=favorite
不一樣=pu i yang=tidak sama/berbeda=different
Labels:
Percakapan dan kosakata
Sunday, March 22, 2009
BUAH-BUAHAN /水 果
芒果=mang kuo=mangga
葡萄=phu thau=mangga
柳丁=liu ting=orange
檸檬=ning mong=lemon
柚子=you ce=jeruk bali
香蕉=siang ciau=pisang
木瓜=mu kua=pepaya
哈密瓜=ha mi kua=melon
椰子=ye ce=kelapa
甘蔗=kan ce=air tebu
榴槤=lu lien=durian
蘋果=phing kuo=Apel
鳳梨=fong li=nanas
菠蘿蜜=po lo mi=nangka
梨子=li ce=pear
李子=li ce=li ce=plum
桃子=thau ce=peach
杨桃=yang thau=belimbing
龍眼=long yen=longan/kelengkeng
釋迦=she cia=sirsak
荔枝=li ce=lichee/leci
火龍果=huo long kuo=buah naga
西瓜=si kua=semangka
櫻桃=ying thau=cerry
草莓=chau mei=strawbery
山竹=san cu=manggis
葡萄=phu thau=mangga
柳丁=liu ting=orange
檸檬=ning mong=lemon
柚子=you ce=jeruk bali
香蕉=siang ciau=pisang
木瓜=mu kua=pepaya
哈密瓜=ha mi kua=melon
椰子=ye ce=kelapa
甘蔗=kan ce=air tebu
榴槤=lu lien=durian
蘋果=phing kuo=Apel
鳳梨=fong li=nanas
菠蘿蜜=po lo mi=nangka
梨子=li ce=pear
李子=li ce=li ce=plum
桃子=thau ce=peach
杨桃=yang thau=belimbing
龍眼=long yen=longan/kelengkeng
釋迦=she cia=sirsak
荔枝=li ce=lichee/leci
火龍果=huo long kuo=buah naga
西瓜=si kua=semangka
櫻桃=ying thau=cerry
草莓=chau mei=strawbery
山竹=san cu=manggis
Labels:
Percakapan dan kosakata
Thursday, March 19, 2009
percakapan dan Kosa kata/conversation dan vocabularies
GO ABROAD-Keluar negeri/出國
阿文; 我明天就要出國了
a wen; wo ming thien yau chi chu kuo le.
a wen; i am going overseas tomorrow.
a wen; besok saya akan berangkat keluar negeri.
三三,你要去那一個國家?
san san=ni yau chi na i ke kuo cia?
san san;which country are you going to?
san san:kamu mau pergi ke negara mana?
阿文;我要去香港
A wen:wo yau chi siang kang
a wen;I want to go hongkong
A wen;saya mau pergi ke hongkong
三三: 去做意還是去完呢?
san san;chi cuo sheng yi hai she chi wan ne?
san-san; going for business or sight seeing
san -san; pergi untuk bisnis atau jalan-jalan.
阿文;都有但是主要是去看朋友
A wen;tou you tan she chu yau she chi gan bheng you
A wen;Both,but the main idea is to visit friends.
A wen; keduanya,tapi paling utama adalah mengunjungi teman.
三三;那先祝你一路順風別忘買手信給我喔!
san san; na sien chu ni i lu shuen fong pie wang chi mai shou sin kei wo e.
san san;alright then,have a safe journey and don't forget to buy me some souvernirs.
san san;kalau begitu selamat jalan dan jangan lupa oleh-oleh buat saya ya!
生字=vocabularies-Kosakata
別忘記= do not forget=jangan lupa
一路順風=have a safe journey=semoga selamat diperjalanan
手信=souvenir=cindera mata
做生意=to do business=berbisnis
祝=to greet =mengucapkan
阿文; 我明天就要出國了
a wen; wo ming thien yau chi chu kuo le.
a wen; i am going overseas tomorrow.
a wen; besok saya akan berangkat keluar negeri.
三三,你要去那一個國家?
san san=ni yau chi na i ke kuo cia?
san san;which country are you going to?
san san:kamu mau pergi ke negara mana?
阿文;我要去香港
A wen:wo yau chi siang kang
a wen;I want to go hongkong
A wen;saya mau pergi ke hongkong
三三: 去做意還是去完呢?
san san;chi cuo sheng yi hai she chi wan ne?
san-san; going for business or sight seeing
san -san; pergi untuk bisnis atau jalan-jalan.
阿文;都有但是主要是去看朋友
A wen;tou you tan she chu yau she chi gan bheng you
A wen;Both,but the main idea is to visit friends.
A wen; keduanya,tapi paling utama adalah mengunjungi teman.
三三;那先祝你一路順風別忘買手信給我喔!
san san; na sien chu ni i lu shuen fong pie wang chi mai shou sin kei wo e.
san san;alright then,have a safe journey and don't forget to buy me some souvernirs.
san san;kalau begitu selamat jalan dan jangan lupa oleh-oleh buat saya ya!
生字=vocabularies-Kosakata
別忘記= do not forget=jangan lupa
一路順風=have a safe journey=semoga selamat diperjalanan
手信=souvenir=cindera mata
做生意=to do business=berbisnis
祝=to greet =mengucapkan
Labels:
Percakapan dan kosakata
DARWINA
Panggil saja aku wina,masih lajang meski usia sudah menginjak kepala 3.sebenernya bukan karena tampang jelek aku menjadi perawan tua,kata orang pun aku lumayan manis.mungkin Tuhan belum berkenan memberi kan jodoh untukku saat ini.tapi aku selalu sabar bahwa suatu hari aku menemukan jodoh yang merupakan dambaanku dan orang tuaku tentunya.Saat ini aku bekerja di jakarta,disebuah perusahaan swasta sebagai tenaga Administrasi.aku merantau sudah hampir 10 tahun dan mulai jenuh dengan keadaanku saat ini.belum lagi gunjingan dari orang-orang akan status lajangku.Akhirnya aku memutuskan untuk bekerja keluar Negeri,Taiwan walaupun awalanya mendapat tantangan dari orang tuaku.
Dua tahun bekerja diTaiwan tanpa libur membuatku semakin jenuh dan terhanyut dalam kesendirian.sampai-sampai aku berpikir mungkin aku tidak akan pernah membentuk sebuah rumah tangga.Namun tuhan berkehendak lain.Aku berkenalan dengan seseorang yang mampu merobohkan dinding keangkuhanku.Dandy namanya,karena dandy aku percaya bahwa cinta itu ada dan bukan hanya dongeng indah yang membuat orang terpana.aku begitu memujanya dalam setiap waktu.bagai tiada hari tanpa hadirnya.ia selalu memberi perhatian dan sejuta sayang.kujalani masa-masa indah dan manis bersama dendy.
Akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke Indonesia dan menikah.Pernikahan kami mendapat dukungan penuh dari kedua belah pihak keluarga.sebulan setelah menikah aku dinyatakan Positif hamil.Aku belum pernah merasakan karunia sebesar ini,ternyata penantian panjangku selama ini tidak sia-sia.Suami sangat memanjakanku hingga anak pertama kami lahir kedunia,dia putih cantik mata yang bulat sangat mencerahkan hati orang yang melihatnya.Roda kehidupan terus berputar dan kami harus menghadapi kenyataan bahwa Dunia sedang terjadi Krisis Global yang dampaknya semua kebutuhan dan harga barang naik.keuangan kami mulai menipis.kami sudah membanting tulang namun masih tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari.Dengan air mata berlinang terpaksa kutinggalkan bayi mungilku dan kembali ketaiwan.belum puas rasanya aku menimang buah hatiku tercinta,namun demi masa depannya nanti.kutepis semua duka,kuatkan hati untuk melangkah pergi.
Setahun sudah aku berhasil menahan semua kepediahan dan kerinduan.aku selalu menyibukkan diri dengan perkerjaan pagi ini.kerjaku membersihkan rumah dan menjaga sebuah toko.seperti biasa aku bangun dengan kepenatan kemarin yang belum hilang.ketika sedang bersih-bersih tiba-tiba tanpa sengaja satu piring jatuh dari tanganku.tanpa berpikir panjang kubersihkan kepingan piring yang sedang berserakan di lantai.karena aku takut bos ku segera melihat toko.
Sejak kejadian tersebut sudah seminggu aku tidak dapat menghubungi suamiku.kutelpon Hpnya tapi tidak pernah dijawab.kutanya orang tuanya,mereka berkata bahwa suamiku sibuk,tidak sempat mengangkat telpon.lama kelamaan hatiku tidak enak ,aku merasa sesuatu telah terjadi pada suamiku.setelah kudesak terus menerus akhirnya mereka menceritakan apa yang sebenernya terjadi.Bagai tersambar petir disiang bolong kurasakan bumi yang aku injak berputar ,pandangananku gelap.seketika aku sadar bahwa aku sudah berbaring diranjangku.majikanku berkata aku sudah lama pingsan.kucoba memulihkan ingatanku kembali.aku seperti bermimpi,mereka bilang suamiku meninggal karena kecelakaan.ini pastinya hanya sebuah mimpi.Segera kusambar Hp yang berada disebelahku.kutekan no yang sudah aku hafal betul,mertuaku yang menerimanya dan jawabannya tetep sama.tanpa dapat aku bendung lage,aku berteriak histeris,meraung sejadi-jadinya.majikanku pun bingung dan aku tidak sanggup menjelaskannya.aku nekad minta pulang walau kerjaku belum habis.Agensi berkata percuma saja ,suamiku tidak dapat hidup kembali.namun tekadku sudah bulat.aku merasa belum cukup memberikan kebahagiaan kepada suamiku,tapi dia sudah pergi untuk selamanya.setidaknya aku memberikan penghormatan terkhirku.
Perjalanan taipe-jakarta kurasakan lebih lama dari biasanya.Air mataku terus mengalir deras sampai di depan pintu rumahku .sunyi sepi kulangkahkan kaki memasuki ruang tamu.ibu kaget melihat kedatanganku.aku memang tidak sempat memberikan kabar sebelumnya bahwa aku akan balik indonesia,akhirnya kami saling bertangisan berpelukan meronta memecahkan suasana siang itu.kulihat seorang anak kecil cantik dan lucu datang menghampiriku,aku yakin itu anakku tak kuasa kupeluk erat buah hatiku tercinta,air mata membasahi pipi.maafkan mama sayank"pasti berat bagimu ditinggal papa,satu-satunya orang tua yang kamu kenal,sementara mama masih begitu asing bagimu.dan aku terus menangis meratapi penyesalan atas kepergian suamiku.
Dengan langkah tertatih-tatih, hari itu juga aku langsung pergi mendekati gundukan tanah merah yang masih basah karena hujan.tak henti-hentinya melafalkan doa-doa selamat jalan untuk Suamiku .maafkan aku bila aku tidak sempet menemani mu di saat-saat terkhir.kita pasti bersama lagi dikehidupan yang akan datang.tunggu aku,aku pasti datang tetapi bukan untuk saat ini,ada tugas yang harus kuselesaikan yaitu membesarkan buah hati kita.aku tidak akn pernah melupakanmu,meskipun hanya sekejap tapi cukup dikenang sepanjang hayat.kupandang bola mata buah hatiku yang bening,seakan memberikan kekuatan untuk terus melanggah menyusuri lika liku dunia fana ini.
TAMAT
Labels:
cerpen
Monday, March 16, 2009
Relakan cinta untuk pergi
"Brraak..". Suara pintu yang terdengar sangat keras."Hery,,,kenapa sih kamu?". Tanya ibuku yang terkejut."Aku ga apa-apa". Jawabkku malas. "Dasar, semua cewek tu sama aja", gerutuku lirih sambil memebenamkan tubuhku di tempat tidur.Hari ini valentine, hari kasih sayang. hari dimana semua orang saling memberi perwujudan kasih sayang mereka pada orang yang disayangi. Namun kecuali aku tentunya, orang yang kusayang telah pergi meninggalkan aku. "Hey,,,nglamun aja", sapa Aris yang membangunkanku dari lamunan."Eh,,,ga ketemuan ma cewek yang kemarin lagi?""Cewek yang mana?", dengan malas aku menanggapi pertanyaan temanku yang satu ini. Aris adalah bestfriendku di kampus. Dia anaknya baik dan selalu care padaku, meski kadang terlalu sok tau sih."Halah,,siapa namanya? Tya, iya Tya", selidiknya. "Kalian masih berhubungan kan?".Aku kaget dengan pertanyaan Aris namun, aku langsung bisa menguasai keadaan."Kemarin tu pertemuan yang terakhir!", dengan memasang tampang lesu."Maksudmu?", tanya Aris dengan raut muka yang serius."Kemarin itu,,,temu pisah kita berdua...", jawabku sambil meninggalkan temenku itu masuk kelas tanpa memberikan dia kesempatan untuk bertanya lagi.Semua kata-kata dosen seakan hanya angin lalu buatku. Semuanya terasa berjalan begitu lambat."Semua telah berakhir", gumamku. Malam ini aku berusaha menyenangkan diriku sendiri dengan melakukan rutinitas kesukaanku, chatting. Chattingtelah menjadi hobi dadakanku selama ini. Sebenarnya aku itu termasuk orang yang GAPTEK, yang aku tau tentang fungsi dari warnet hanya email dan chatting. Tapi justru dengan chattinglah aku bisa melupakan sejenak semua masalah yang ada di sekitarku. Namanya Lia, dia Kerja disebuah Biro jasa di jakarta. Aku telah mengenalnya kurang lebih enam bulan, itupun karena dikenalkan oleh temanku. Dia anaknya baik, supel, dan yang pasti murah senyum, mungkin itu yang membuatku tetep nyaman chatting sama dia."Mlm say....", aku mencoba memulai dulu pembicaraan chatting kami. Aku dan Lia sudah sangat akrab, jadi kami biasa menggunakan kata-kata yang cukup mesra dalam setiap percakapan kami."Mlm jg say,,,dah lama ya?", dia menjawab dari komputer di rumahnya yang berada sangat jauh dari jawa. Mungkin inilah salah satu bukti kecanggihan teknologi yang diciptakan oleh manusia."Ga kok, baru aja"."Gimana kabarnya?", aku menanyakan kalimat tanya yang biasa digunakan untuk mengungkapkan kepedulian dan perhatian pada orang lain. Tapi sebenarnya aku memang peduli dengan Lia."Kabarku baik2 aja"."Kamu ndiri say, kabarmu gimana?""Selalu baik", jawabku singkat.Percakapan malam ini sangat seru seperti malam-malam sebelumnya. Namun ada satu hal penting yang kudapat dari chattingku kali ini dengan Lia. Dia akan pulang dua bulan lagi. Aku tidak tau apa yang aku rasakan kali ini, tapi yang pasti aku sangat senang dengan hanya mendengar kabar itu. Hari-hari berikutnya hanya kulewati sendiri, dan merasa semua menjadi mudah. Kabar baik yang kudengar kemarin ternyata telah menjadi doping buatku. Aku merasa hidupku mempunyai harapan lagi, sebuah harapan baru. Setiap malampun aku tetap menjalani rutinitas chattingku, malah sekarang aku menjadi tambah semangat setiap kali menjalaninya, sekarang hanya nama itu yang selalu aku ingat. Semakin hari aku semakin merindukannya. Aku mulai merasakan panah-panah kecil cupid secara perlahan tapi pasti mulai tertancap di hatiku."Mungkinkah aku telah jatuh cinta padanya?", selalu pertanyaan yang sama kulontarkan pada diriku sendiri. 26 januari 2009, pagi ini terlihat sangat cerah. Awan terlihat sangat putih namun hanya terlihat seperti sekumpulan kapas-kapas yang begitu indah. Pagi ini aku bangun agak siang, karena hari inipun memang hari libur. Aku meraih handphone di sebelahku. Sebelumnya aku memang merasakan banyak sekali getaran yang ditimbulkan oleh handphoneku, entah SMS atau telfon, tapi secara tidak langsung itu semua mengganggu kenyamanan tidurku. Dengan malas, aku mulai membuka empat pesan yang telah masuk di daftar inbox handphonku. Tiga dari empat pesan datang dari temanku yang tidak terlalu penting, namun pesan yang terakhir tidak ada nama pengirimnya, hanya tertera nomomrnya saja.Semua terasa berhenti sejenak. Seseorang yang selama ini hanya menjadi temanku di dunia maya, yang diam-diam kukagumi kepribadiannya, telah tiba di rumah. Lia telah tiba di jawa."Say aku dah dirumah, jawa! kamu dimana?kapan kita ketemuan? Lia". Pesan singkat yang benar-benar singkat dari Lia malah membuatku berpikir sangat panjang tentangnya. Aku tidak tau harus membalasnya bagaimana."Ah,,,yg bener?kapan dateng?kok ga bilang2?, aku berusaha meyakinkan diriku sendiri dengan membalas smsnya."Iya bener! aku nyampe kemarin. Maaf jg baru ngasih tau sekarang. Tp kapan kita bisa ketemu? kangen bgt nich...", Lia meyakinkanku yang justru malah membuatku tidak bisa berpikir apa-apa. Semua terasa mimpi, tapi mimpi yang telah menjadi kenyataan."Jam 2 di alun2 kota, kutunggu di sebelah selatan"."Okey,,,ntar klo dah nyampe sms aku ya", balas Lia."Okey.....", jawabku sambil kembali berbaring di tempat tidur membayangkan apa yang baru saja terjadi."Ini semua nyata", gumamku lirih. Aku duduk di kursi yang berada di pojok sebelah selatan taman. Dari sini aku bisa melihat jelas kesemua arah. Semuanya terlihat indah, baik tata taman ataupun para pengunjungnya. Mereka semuya terlihat sangat menikmati suasana di taman ini. Aku sengaja datang lebih awal, karena sebagai cowok itu sudah seharusnya, akupun tidak ingin membuat orang yang kuanggap sangat spesial malah menunggukui.Aku mengisi waktu hanya dengan mendengarkan lagu mp3 dari handphoneku. Dari kejauhan terlihat seorang wanita menuju ke arahku. Dia memakai jaket coklat bergaris dengan kaos bagian dalam berwarna kuning."She is come", Aku langsung mengenalinya.
dari cara tersenyumnya yang tentu saja aku sangat menghafalnya."She is so bright", aku berusaha untuk tetap tenang."Udah lama ya?", sapanya lembut dengan di iringi senyuman yang sanagt manis."Ga, baru aja kok", jawabku sambil bergesr mempersilahkan dia duduk di sampingku.
"Kamu sungguh cantik", gumamku dalam hati. Aku benar-benar tidak kuasa menahan kekagumanku setiap kali melihatnya. Tatapan matanya membuat hatiku terasa sangat sejuk."Kok diem sih?", tanyanya melihat kediamanku. "Apa ada yang salah denganku?, apa aku ga seperti yang kamu bayangin selam ini?"."Cantik, kamu cantik kok", jawabku sejujurnya."Gombal...", jawabnya sambil tetep tertawa manis. Kami melanjutkan pembicaraan kami di kafe langggananku di utara taman. Kami merasa butuh tempat yang lebih rileks dan nyaman. Aku memilih tempat duduk di teras karena menurutku tempat itu yang paling nyaman dan romantis. Aku dan Lia duduk saling berhadapan. Selama ini aku mengagumi Lia hanya sebatas kepribadianya saja, karena memang selama ini kami berhubungan hanya lewat chatting. Tapi sekarang, wanita yang selalu kukagumi dalam hati berada di hadapanku, bersamaku. Seandainya ada kata yang lebih sempurna dari kata sempurna itu sendiri, aku akan merelakan segalanya hanya untuk mengucapkan padanya. Sungguh tidak salah bila aku mengagumi semua yang ada pada wanita di depanku ini."Hey,,ngapain bengong?hayo,,,mikir jorok ya?, Lia memebuyarkan lamunanku."Ye,,,siapa yan g mikir jorok?, tapi,,,kalo ma kamu kayaknya aku mau dech", aku berusaha mencairkan suasana."Maunya...", timpalnya sambil meninju pundakku. "Tapi say, ternyata kamu lebih manis kalo ngeliat aslinya gini ya?"."Yaiyalah ,,,dari dulu kaleee", jawabku sambil nyengir."Tapi kok itemnya tetep sama ya?, ga berubah", Lia tertawa lepas yang membuat hatiku juga ikut merasa bahagia. Aku bahagia hanya dengan melihat dia tertawa."Tapi,,,kamu juga terlihat beda ya?"."Maksudmu?', tanyanya dengan penuh penasaran."Kamu terlihat lebih kalo gini, lebih cantik, lebih lucu, lebih rame, tapi kok lebih gendut ya?", sontak aku langsung tertawa karena berhasil membalasnya."Biarin gendut, tapi kamu suka kan?""Iya,,iya maaf, kamu cantik kok", rayuku."Halah gombal", sergahnya manja."Lia,,,aku sayang kamu", kata-kataku ini langsung menghentikan tawanya. "Maaf aku mengatakan ini padamu, tapi.....", dengan cepat Llia mendaratkan jari telunjuknya di bibirku yang membuatku tidak bisa melanjutkan kata-kataku."Aku taku kok, aku mengerti perasaanmu", jawabnya yang malah membuatku jadi salah tingkah. "Dah sore, pulang yuk! aku takut pulang kemalaman", seakan ada sesuatu di balik senyum manisnya yang membuatku menjadi benar-benar bingung. "Dah ga usah mikr yang macam-macam", katanya seolah mengerti kebingunganku.Di sepanjang perjalanan pulang aku tidak terlalu memikirkan apa yang ada di balik senyum Lia tadi. Karena menurutku, cinta itu memang penuh denga misteri. Di dalam kamar aku iseng-iseng bermain handphone untuk mengisi kejenuhanku. Aku berusaha mengecek kesigapan dan keberadaan teman-temanku dengan mengirimkan sms kosong pada mereka. Tidak semua temanku senantiasa membalas keisenganku itu dengan senang hati, ada juga yang mengirim sms balasan yang isinya cuma marah-marah karena ulahku. Justru itulah bagian terbaik yang membuatku terhibur. Aku sering tertawa sendiri membaca sms balasan dari teman-temanku itu. Namun, perhatianku terhenti saat aku melihat nama Lia di daftar kontak handphoneku. Nama itu seakan menghipnotisku untuk meluapkan semua emosiku. Dengan reflek aku mengetik sebuah pesan untuknya. Semua yang terlihat mata mungkin hanya sebuah fatamorgana Semua yang terdengar mungkin hanya sebuah kiasan Semuanya mungkin hanya sebuah ilusi Tapi.... Apakah kata hati itu sama? Apakah kata nurani itu salah? Hatiku telah memilihmu Nuraniku telah berpaling padamu Setulusnya hanya kamu Karena cintaku hanya untukmuDengan agak ragu mengirim pesan itu. Aku sama sekali tidak mengharapkan balasan dari Lusy. Di dalam hati aku hanya berharap smsku tidak mengganggunya saja. Namun di dalm hati aku tidak bisa berbohong kalo aku sangat menanti jawaban dari Lia. Aku berusaha memejamkan mataku untuk melupakan kekhawatiranku. Di saat akan terlelap, aku merasa handphonku bergetar. Aku terkejut karena nama pengirimnya adalah Lia. Dengan ragu-ragu aku membuka pesannya. Hati nurani memang ga pernah berdusta Semua keyakinanmu tengtangku memang ga pernah salah Terimakasih telah mencintaiku Namun, mungkin akan ada seseorang yang lebih bahagia mendengarnya "Temui aku di tempat biasa jam 3 sore"Aku semakin tidak mengerti tentang semuanya, namun aku juga tidaaak membalas pesan dari Lia itu. Aku berusaha mamejamkan mataku, berharap tidak ada yang buruk terjadi besuk. Seperti biasa, aku datang lebih awal di tempat yang telah di tunjuk oleh Lia. Aku memilih tempat di mana aku pertama kali datang di tempat ini. Tidak berapa lama wanita yang kutunggu-tunggu datang menghamppiriku."Hai,,,dah lama ya?", sapanya."Baru aj, dari mana?", tanyakui basa-basi."Dari rumah aja". Lia terlihat memaksakan senyumnya. "Aku pengen ketemu kamu sekarang karena ingin nyerahin ini", Lia memberikan sebuah kertas undangan bersampul emas.Jantungku seakan berhenti berdetak saat aku membaca nama di depan surat undangan itu. Di surat itu tertulis nama Lia dan Fharis. Tiada terasa tangankupun menjadi gemetar memegang surat undangan itu hingga undangan itu terjatuh dari genggamanku."Ini semua ga nyata kan?", tanyaku berusaha mencari kepastian kalo surat undangan itu tidak nyata."Ini semua nyata Her, sebenere sebelum aku pulang ke jawa aku telah dijodohkan dan menerimanya"."Apa?, aku seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja aku dengar. "Tapi selama ini....", aku tidak bisa meneruskan kata-kataku sendiri."Dari kemarin aku ga sanggup melihatmu terlalu bahagia karena melihatku, aku ga pengen menyakiti hatimu. Aku sayang kamu her.."."Tapi mengapa kamu tega nglakuin ini semua padaku?". "Tau ga? semua cinta yang kumiliki ini hanya untuk kebahagiaan. Dan bagiku, kebahagiaanku tu cuma kamu. Cuma kamu", tiada tersa air matakupun jatuh tanpa bisa kutahan. "Tapi ternyata, cinta yang ku agung-agungkan selama ini hanya palsu, hanya pengkhianatan"."Maafkan aku Her"."Maaf...?hanya maaf...?", emosikupun naik tanpa bisa kutahan."Iya maafkan aku, aku harap kamu bisa ngerti"."Aku ngerti kok, aku ngerti kenapa kamu nglakuin ini semua. Mungkin kamu menganggapku anak kecil, anak kecil yang belum ngerti apa-apa. Oke,,,mungkin aku terlalu cepat menyatakan cinta padamu, aku terlalu egois. Tapi harus kamu tau, ini semua karena kamu, aku terlalu cinta ma kamu, seluruh bagian hidupku hanya ada ka......"."Plaaakkk...", sebuah tamparan mendarat di pipi kiriku sebelum aku bisa menyelesaikan kata-kataku.
"Aku ga pernah mengaggapmu anak kecil, dan aku ga pernah menyalahkan cintamu padaku". Lia memelankan suaranya,"kamu harus tau, aku juga tersiksa setelah menerima perjodohan itu, aku merasa sangat bersalah padamu", di sela-sela tatapan matanya yang tajam, air matanya mengalir bagai tak terbendung. Melihatnya membuat hatiku bagai teriris. Aku telah menyakitinya."Aku berharap kamu bisa mengerti!", Lia berbalik meninggalkanku sendiri. Dia telah pergi tanpa menoleh lagi padaku. Akupun tak kuasa untuk memenggilnya kembali.Aku membuka kembali surat undangan yang dia berikan padaku tadi. Hatiku semakin hancur. Semua telah jelas, dia akan menikah dengan orang lain.Cinta telah membangkitkanku, memberikan tujuan dalam hidupku. Namun, cinta pulalah yang menghancurkanku. Aku berada di depan sebuah pesta pernikahan yang meriah. Lantunan musik jawa terasa menyentuh perasaan semua orang yang mendengarnya. Dekorasi pestanyapun terlihat begitu megah, didominasi warna kuning tua yang dipadu warna coklat.Meski terlihat kuno dan ketinggalan jaman, namun bagiku ini malah berkesan begitu artistik yang melambangkan keanggunan dan keceriaan.Dengan memantapkan hati aku melangkah memasuki pesta tersebut. Tidak sedikit pasang mata yang melihat penuh tanya padaku. Aku memang bukan anggota keluarga atau kerabat dari kedua mempelai, aku bahkan bukan tetangga mereka.Aku hanya orang asing. Aku bukan siapa-siapa. Namun perasaan ini, perasaan yang bergejolak di dalam hati ini membuatku merasa menjadi bagian dari pesta ini.Aku mengambil tempat duduk di sudut belakang kursi undangan berharap tidak ada yang memperhatikan dan mempedulikanku. Sejenak, aku merasa ada perasaan aneh yang menjalar di seluruh tubuhkui, jantungku berdegup kencang. Semua mata para undangan tertuju pada sudut kiri depan ruangan pesta. Seakan ada medan magnet yang membuatku mengikuti gerakan para undangan yang lain untuk memastikan apa yang terjadi. Semua berubah senyap.Kedua mempelai telah memasuki ruangan pesta dan berjalan menuju pelaminan. Terlilhat wanitanya begitu cantik dan anggun dengan balutan busana pengantin berwarna coklat emas dan kuning, di bagian depannya gemerlap renda manik-manik yang membuatnya semakin terlihat bersinar. Di sampingnya terlihat seorang pria tampan yang memakai jas berwarna coklat yang membuatnya tidak kalah mempesona. Mereka sangat serasi Secara keseluruhan pestanya berlansung sangat meriah. Hanpir tidak ada rintangan yang terjadi, kecuali saat mempelai wanita meneteskan air mata yang membuat semua yang melihatnya heran, kecuali aku tentunya. Saat acara resepsi berlangsung tadi, mata kami sempat bertemu. Kejadian itu berlangsung agak lama yang membuat perasaan kita berdua kembali bergejolak, sehingga air matapun mengalir tiada terasa.Namun kami berdua langsung bisa menguasai keadaan sehingga tidak membuat orang yang melihatnya bertanya-tanya terlalu lama.Setelah acara inti selesai, tibalah acara di mana setiap undangan memberikan selamat pada kedua mempelai sambil memnerikan wejangan-wejangan yang akan menjadi bekal pengantin baru dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Akupun dengan hati yang masih ragu-ragu melangkah menuju mempelai untuk memberikan selamat.Sebenarnya aku tak kuasa menahan perasaanku sendiri untuk melakukanya, namun aku telah membulatkan tekad untuk memberikan selamat padanya meski untuk yang terakhir kalinya. Pertama aku menyalami pengantin pria, aku merasa iri sekaligus bangga padanya karena mampu bersanding dengan wanita yang sangat kucintai. Tanganku bergetar saat akan memegang tangan Lusy, seakan aku tidak mampu mengankat telapak tanganku. Namun, tidak kusangka Lia akan meraih tanganku lebih dulu.Dengan pelan dia mendekatkan wajahnya ketelingaku dan berbisik,"tunggu aku di depan setelah acara ini".Aku tidak menjawab pertanyaannya, hanya memberikan secarik kertas dan menyelipkan di tanganya lalu meninggalkanya keluar. Semakin lama aku berada di dekatnya, semakin aku tidak bisa menahan gejolak perasaan di hatiku. Aku melihat dia berjalan menghampiriku di luar rumahnya. "Makasih dah mau datang", katanya sambil berusaha tersenyum semanis mungkin kepadaku."Iya, sama-sama. Ada apa? kayaknya penting banget?", tanyaku."Aku hanya ingin nyerahin ini saja kok!", dia menyerahkan secarik kertas padaku."Apa ini?", tanyaku lagi."Dah,,,baca aja ndiri, sekali lagi terimakasih", dia berpamitan untuk kembali ke dalam rumah.Dengan perlahan aku membuka kertas itu. Hery, terimakasiih ats kedatanganya ya, maaf aku ga bisa lama menemanimu. Terimakasih telah mencintaiku selama ini. Terinakasih atas semuanya. Aku mohon jangan pernah menyerah. Jangan pernah berhenti tuk dapatkan cinta sejatimu. Demi aku... Tetep semangat n senyum ya..... yang selalu mencintaimu LiaAku melipat kembali surat dari Lusy dan berjalan meninggalkan semuanya.Sore ini begitu cerah, kuberharap akan selamanya. "Cintaku memang untuk kebahagiaan, dan kebahagiaan bagiku adalah kamu. Itu semua memang benar adanya. Namun, selama ini aku memang egois. Aku ga seharusnya mementingksn kebahagiaanku sendiri. Aku memang salah, maafkan aku Lia. Kini aku telah mengerti tentang konsep cinta sejati. Selamat tinggal Lia, selamat tinggal cintaku. Semoga bahagia selalu bersamamu.
Labels:
cerpen
Subscribe to:
Posts (Atom)

